Kamis, 02 September 2021

Pengertian Perancah atau Scaffolding dan Jenisnya

Pengertian Perancah atau Scaffolding dan Jenisnya

Hubungi kami di Wa 08126067928

Perancah (scaffolding) atau steger sebagai konstruksi pembantu pada tugas bangunan gedung.

Perancah dibikin jika tugas bangunan gedung telah capai ketinggian 2 mtr. dan tidak bisa dicapai oleh karyawan. Perancah ialah work basis sebentar.

Perancah (scaffolding) ialah satu susunan sementara yang dipakai untuk menyokong manusia dan material dalam konstruksi atau pembaruan gedung dan bangunan-bangunan besar yang lain. Umumnya perancah berupa satu mekanisme modular dari pipa atau tabung logam, walau dapat memakai beberapa bahan lain. Di sejumlah negara Asia seperti RRC dan Indonesia, bambu masih dipakai sebagai perancah.

Scaffolding sendiri dibuat dari pipa - pipa besi yang dibuat sebegitu rupa hingga memiliki kemampuan untuk menyokong beban yang berada di atasnya. Dalam pembuatan satu project, perlu atau tidak pemakaian scaffolding dapat bergantung ke pemilik project. Karena ada ketidaksamaan di antara ongkos memakai bambu dan scaffolding. Scaffolding dipakai sebagai alternatif bambu dalam membuat satu project. Keuntungan pemakaian scaffolding ini ialah penghematan ongkos dan efektivitas waktu penempatan scaffolding.

Scaffolding adalah alat yang dipakai dalam project konstruksi. Dalam kata lain perancah bangunan halaman saat itu sudah dibikin dan dipakai sebagai kreasi simpatisan dalam tiap tugas konstruksi. Pemakaian scaffolding dalam membuat beberapa proyek konstruksi ialah pemicu yang paling memimpin kecelakaan kerja di project, biasanya jatuh, terpeleset, bahan terlindas dan remuk.

Berdasar Undang-Undang No.satu tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja; Ketentuan Menteri Tenaga Kerja no. PER.01 / MEN / 1980 mengenai Keselamatan dan Kesehatan pada konstruksi bangunan; Menteri Tenaga Kerja dan SKB Menteri Tugas Umum no. Kep 174 / Men / 1986 dan Dasar No.104 / Kpts / 1986 dan Penerapan Keselamatan sepanjang aktivitas konstruksi situs, itu dibutuhkan untuk lakukan training untuk mekanik perancah/scaffolding.

Selainnya untuk patuhi ketentuan pemerintahan, dengan ikuti training scaffolding, karyawan bisa mendapat knowledge base dan ketrampilan untuk rencana, penyiapan, pengawasan dan pastikan kegiatan dengan memakai perancah akan jalan aman.

Ada tiga tipe dasar :

Supported scaffolds, yakni basis yang disanggah oleh tiang, yang diperlengkapi dengan simpatisan lain seperti ikatan-sambungan, kaki-kaki, kerangka-kerangka dan outriggers.

Suspended scaffolds, yakni basis bergantung dengan tali atau yang lain

Aerial Lifts, penunjang untuk mengusung seperti ""Man Baskets"" atau keranjang manusia

Peranan Perancah

Untuk tempat bekerja yang aman untuk tukang / karyawan hingga keselamatan kerja terjaga. Sebagai perlindungan untuk karyawan lainnya, seperti karyawan di bawah harus terlindungi dari jatuhnya bahan atau alat.

Tipe Perancah

1. Perancah Andang.

Perancah atau andang dipakai pada tugas dengan tinggi 2,5 - 3 m. Jika tugas semakin tinggi jadi tidak dipakai andang kembali. Jenis - jenis perancah andang:

Perancah andang kayu langkah membuat cepat dan bisa dipindahkan alihkan. Untuk tinggi perancah masih tetap tidak bisa disetel. Umumnya pada tugas dengan tinggi tidak lebih dari 3 m, untuk tugas semakin tinggi dari 3 m memakai perancah tiang.

Perancah andang bambu bisa dipindahkan-pindah dan sebagai pengikatnya menggunakan tali ijuk, karena tali ijuk ini tahan pada air, panas dll. Pada perancah andang bambu ini telah disetel lebih dulu, hingga tinggi dan panjangnya tidak bisa distel kembali.Umumnya andang bambu bisa digunakan di ketinggian tugas tidak lebih dari 3 m, berkenaan kaki andang bambu ada yang gunakan 2 atau 3 pasang.

Perancah besi benar-benar ringkas dan efektif karena penempatannya gampang dan bisa dipindahkan-pindahkan.Tinggi perancah besi bisa disetel untuk jarak kaki perancah yang satu sama lainnya sampai 180 cm dengan ketebalan papan 3cm.

2. Perancah Tiang.

Perancah tiang dipakai jika tugas telah capai di atas 3 m, Perancah tiang dapat dibikin sampai 10 m lebih bergantung dari keperluan. Perancah tiang ada 3 jenis:

a. Perancah tiang dari bambu.

Secara umum perancah bambu sering digunakan oleh karyawan di atas lapangan, baik pada bangunan tingkat atau tidak. Argumennya ialah:

Bambu gampang didapatkan, kuat, dan murah.

Penempatan perancah bambu gampang dibedah dan bisa terpasang kembali tanpa menghancurkan bambu.

Bahan pengikatnya gunakan tali ijuk.

b. Mekanisme perancah bambu dengan konsol dari besi.

Mekanisme perancah bambu dengan konsol besi cuman ditahan oleh satu tiang bambu saja, berlainan dengan perancah yang ditahan oleh beberapa tiang.

Keuntungannya ialah sebagai berikut :

Tidak banyak bambu yang diperlukan.

Langkah penempatannya bisa lebih cepat dibanding perancah bambu.

Lebih ringkas dan mengirit tempat.

Penempatan konsol bisa dipindahkan dari tingkat 1 ketingkat diatasnya.

Untuk tiang bambu tak perlu dipotong.

c. Perancah tiang besi atau pipa.

Pada perancah tiang dari besi atau pipa alat penghubungnya menggunakan kopling, untuk geprekelannya bisa lebih cepat dibanding perancah tiang bambu.

3. Perancah Besi Memiliki roda

Perancah besi memiliki roda ini dibuat dari pipa galvanis. Pada perancah besi memiliki roda bisa terpasang di atas lapangan atau di dalam ruang. Peranan rodanya untuk mengalihkan perancah. Pada perancah besi memiliki roda sedikit lain dari perancah yang ada, karena di sini beberapa bagian dari tiangnya telah berupa kusen, hingga geprekelan / penempatannya lebih gampang dan ringkas.

4. Perancah Besi tanpa Roda.

Perancah ini terbagi dalam komponen-komponen; Kaki pipa berulir, kusen bangunan, penguat vertikal, tiang sandaran, ikatan pasak, papan pentas, pentas datar, Papan pengaman, tiang sandaran, penutup sandaran, konsol penghubung, penunjang, konsol keluar, tiang sandaran tangga, tepian tangga, anak tangga, sandaran tangga, dan sandaran dobel.

5. Perancah Menggantung

Pada perancah menggantung dipakai pada tugas penempatan eternit, tugas finishhing pengecatan eternit, pelat beton, dst . Maka perancah menggantung dipakai pada tugas sisi atas saja dan realisasinya perancah digantungkan di bagian atas bangunan dengan menggunakan tali atau rantai besi.

6. Perancah Frame

Frame ini umumnya dibuat dari pipa atau tabung logam. Perancah ini bisa diatur sebegitu rupa jadi satu kesatuan perancah yang tinggi untuk menyokong karyawan dalam aktivitas konstruksi berada tinggi.

7. Perancah Dolken

Sebagai perancah yang dengan bahan kayu dolken. Kayu bundar/ dolken Umumnya dipakai untuk beberapa tiang perancah dan ukuran yang umumnya dipakai ialah dengan diameter 6 - 10 cm.

8. Two Poin Adjustable Suspension Scaffold

9. Strip Board One Side Scaffold

10. Auxiliary Fixtures For Pipe Scaffolding

11. Bracket One Side Scaffold

12. Independent Scaffold

Satu perancah dengan 2 baris standard jarak 1.2m

Memiliki daya bantu sendiri

Satu baris memberikan dukungan sisi luar dan sisi dalam dari deck dalam jarak 1.2m sampai 2.4m

Balok lintang tidak terpasang ke dinding dari gedung

Tapi tidak berdiri dengan sendiri, ini didukung oleh susunan gedung

Independent scaffold membutuhkan ties untuk kestabilan lateral.

Tanpa beban vertikal yang diarahkan pada gedung.

Pasangan standars yang disambungkan dengan gedung

sejajar horizontal dengan horizontal tubes called ledgers

. Ledgers memiliki jarak vertikal pada the working height of 2m.

Sisi luar dan dalam dari standard (tiang) disambungkan dengan dengan transoms.

Transoms biasanya disambungkan dengan dengan standard di atas ledgers.

Transoms bisa memiliki jarak dari tiang 250mm untuk sesuaikan panjang papan.

13. Birdcage Scaffold

Terdiri dari 2 baris tiang yang semua disambungkan dengan Ledgers, Transoms and Braces Umumnya dipakai pada penempatan plafon dan pengecatan.

Hand rail and toe boards terpasang pada bagian luar dari perimeter dari scaffold basis

14. Akses Tower Scaffold

Scaffold yang cuman dipakai untuk akses.

Dipakai untuk menumpuk material atau perlengkapan tidak dibolehkan.

Dibuat dengan pipa-pipa dan fittings atau berbentuk modul-modul A-Frames.

Khususnya dipakai untuk safe akses to elevated tempats.

Akses memakai tangga atau papan-papan Aluminium steps tiap tingkat.

Tidak ditujukan sebagai papan kerja.

Tergantug dari tingginya akses tower biasanya enteng dan dipakai untuk media duty.

Jika lebih dari 15m harus diakui dan di sepakati penanggung jawab.

Handrail, mid-rails and kick boards harus terpasang pada tiap tingkat.

Tower harus dikencangkan (secured) dengan gedung atau structure tiap dua lift.

Tower tidak bisa berdiri dengan sendiri.

Pembebanan perlengkapan or materials memakai tower ini tidak ringkas.

Ladders harus bertumpu pada pojok 1-4 lean, not vertical Ladders harus dikencangkan pada hebat and bottom.

15. Cantilever Scaffold

Cantilever scaffold didukungkan atau disanggah pada salah satunya ujungnya Cantilever scaffold biasanya dibuat dengan pipa (tubular) dan fittings, tapi mekanisme lain dari scaffod bisa dipakai juga.

16. Putlog Scaffold

Ditopang oleh barisan tiang samping dan yang samping didukung oleh gedung, berlainan dari independent scaffold.

Barisan tiang memiliki jarak from 1.5 to 2.1m apart.

Scaffold dibangun 1.2 m dari dinding structure Ledgers terpasang pada tiang

Ketinggian Lift 1.8 to 2m.

Putlog tubes terpasang (ditempelkan) pada tiang.

Panjang pipa (Transoms) 1.5m

17. Suspended Scaffold

Suspended scaffold didukung di atas

Tidak ada penyangga dari bawah

Dipakai pada bukaan yang tinggi

Panjang suspended scaffold jangan lebih dari 6m

Semua suspended tubes perlu selalu dicheck safety fittings

Dipakai khususnya pada tempat di atas air di mana scaffolding tidak bisa dibangunan di atas tanah

18. Mobile Scaffold

Mobile work basis dipakai tugas yang berpindah dari 1 tempat ke arah tempat lain

Alasnya harus 2x lipat tingginya untuk yang semakin tinggi lebih dari 3 m

Tiang-tiangnya terpasang dengan roda

Pemakaian ban (berisi angin) tidak dikenankan

Caster wheels harus memiliki manual brake untuk lock wheels in place.

Umumnya memakai concrete floors atau hard surfaces untuk memudahkan moveability

Castor wheels (roda) harus memiliki locking brake Jumlah roda tidak terbatasi sama sesuai keperluan Ladder akses bisa dipertambah Rencana, side and heel and toe bracing harus terpasang sebagai sisi dari scaffold.

Info Lainnya : Klik Jual Scaffolding Murah di Medan



"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar